Press "Enter" to skip to content

Prosedur Menjalani Hipotek Rumah

0

Prosedur Menjalani Hipotek Rumah – Saat ini sudah sangatlah banyak orang yang mencoba untuk dapat memiliki rumah hunian dengan harga cicilan yang cukup rendah.

Mortgage adalah salah satu instrumen kredit jangka panjang di bidang properti yang bisa membantu Anda mewujudkan hunian impian secara cepat dan mudah. Contoh nyata praktik mortgage dalam kehidupan sehari-hari adalah layanan KPR bank.

Meskipun memiliki banyak keunggulan, sebelum menggunakannya, Anda perlu mengukur kemampuan ekonomi terlebih dahulu agar mortgage tidak menjadi boomerang. Nah, dalam artikel kali ini, OCBC akan membahas mengenai apa itu mortgage, karakteristik, dan semua prosedurnya. Simak yuk!

Prosedur Menjalani Hipotek Rumah

Karakteristik dan Ciri Mortgage
Mortgage adalah salah satu skema kredit untuk pengadaan properti alkabashi yang telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Menurut dasar hukum ini, karakteristik mortgage adalah sebagai berikut.

Bersifat droit de suite atau zaaksgevolg, artinya hak tanggungan senantiasa melekat benda meskipun sudah dipindah tangankan. Jadi, meskipun debitur menjual objek jaminan, statusnya sebagai jaminan tidak hilang.

Bersifat droit de preference, artinya, pembayaran utang untuk kreditur pemegang jaminan mortgage akan diutamakan dibanding kreditur lain.

Ondeelbaar atau tidak dapat dibagi-bagi. Dengan demikian, jaminan mortgage hanya bisa kembali kepada pemiliknya setelah semua hutang dibayar lunas.

Mortgage adalah sistem yang bersifat Verhaalsrecht, artinya kreditur hanya memiliki hak pelunasan hutang sehingga tidak berhak untuk memiliki objek jaminan.

Bersifat accesoir, yakni sebagai perjanjian tambahan yang melekat pada perjanjian utang piutang. Ketika hutang dilunasi, maka jaminan mortgage akan kembali kepada pemiliknya.

Mortgage adalah hak yang sifatnya absolut, artinya objek jaminan akan tetap dipegang kreditur meskipun ada tuntutan atasnya.

Harus memenuhi asas publisitas, dengan demikian, perlu PPAT sebagai pihak ketiga, yang akan akta perjanjian ke kantor pertanahan.

Ketentuan Mortgage Payable
Mortgage payable adalah sebutan untuk hutang mortgage, yakni sejumlah uang yang dipinjam oleh debitur. Dalam praktiknya, ketentuan mortgage payable adalah sebagai berikut.

Terdapat dua pihak yang berperan sebagai kreditur (pemberi pinjaman sekaligus penerima pembayaran) dan debitur (penerima pinjaman).

Mortgage payable adalah kredit jangka panjang sehingga tenornya antara 10 – 30 tahun.

Jaminan atas mortgage payable dapat disita apabila debitur tidak mampu membayar hingga waktu yang ditentukan.

Objek Mortgage
Pasal 1164 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) telah mengatur benda apa saja yang dapat dijadikan jaminan mortgage. Berdasarkan aturan tersebut, objek mortgage adalah sebagai berikut.

Benda tetap seperti tanah beserta bangunan di atasnya.

Hak usaha dan hak mendirikan bangunan di atas tanah orang lain (hak numpang karang).

Hak untuk memakai suatu benda dan kelengkapannya.

Bunga tanah yang pembayarannya dengan uang maupun hasil tanah.

Bunga seperti semula.

Pasar dengan pengakuan pemerintah, termasuk hak-hak yang melekat kepadanya