Press "Enter" to skip to content

Kenali Perbedaan Antara Relationship Goals dan Toxic Relationship

0

Kenali Perbedaan Antara Relationship Goals dan Toxic Relationship – Saat menjalin suatu hubungan pasti tidaklah mudah untuk dapat di lakukan sehingga banyak orang yang gagal dalam menjalani hubungan tersebut. Dalam menjalin hubungan dengan pasangan, tentunya kamu mengingingkan hubungan yang sehat dan membahagiakan. Namun sayangnya tidak semua hubungan akan membuat kamu bahagia. Untuk itu, kamu perlu mengetahui apakah hubunganmu termasuk dalam kategori relationship goals atau toxic relationship dengan memerhatikan 5 perbedaan berikut ini!

Kenali Perbedaan Antara Relationship Goals dan Toxic Relationship

1. Menerima atau menuntut
Jika saat bersama pasangan kamu bisa menjadi diri sendiriĀ plan4dentalplus dan dia dapat menerimamu apa adanya, itu berarti dia adalah orang yang baik untuk kamu. Sebaliknya, jika dia menuntutmu untuk merubah banyak hal dalam dirimu agar sesuai dengan keinginannya, berarti kamu sedang menjalani toxic relationship karena dia memaksamu untuk menjadi orang lain.

2. Mendukung atau melarang
Jika dia mendukungmu dalam setiap langkah baik yang akan kamu ambil, begitu pula sebaliknya, itu menandakan hubungan kalian adalah relationship goals. Namun jika dia selalu melarangmu dalam melakukan banyak hal, entah karena dia tidak mau merasa tersaingi atau karena takut perhatianmu akan terbagi, itu menandakan hubungan kalian adalah toxic relationship karena dia tidak mau kamu berkembang dan menjadi orang yang lebih baik.

3. Masuk dalam pertemanan atau menjauhkan dari pertemanan
Level kedekatan seseorang dalam pergaulan itu bermacam-macam. Ada sekadar teman, teman dekat, sahabat karib, sampai teman intim. Entah sejak kapan, istilah PHP masuk ke dalam istilah asmara. Namun, sebenarnya sering kali kamu juga salah memperlakukan seseorang sahabat layaknya seorang pacar.

Jika kamu hanya menganggapnya teman biasa, ada baiknya jangan lakukan 5 hal ini, ya.

1. Kontak fisik yang terlalu sering dan disengaja
Jika sekadar sahabat, jangan merasa sesuka hati pegang-pegang dia, dong. Yang pacaran aja gak dianjurkan untuk pegang-pegang, ini katanya kamu sahabat tapi sering kamu pegang. Kalau di momen yang tepat dan sekali-kali sih gak apa-apa. Tapi kalau keseringan, ia akan jadi merasa hubungan ini membingungkan.

2. Selalu memancing dengan kata-kata gombal
Istilah anak zaman now sih sering kasih “kode”. Karena mungkin kamu intens chat dia, maka kamu jadi kebablasan suka kasih kode dan harapan ke dia kalau hubungan kamu dan dia lebih dari seorang sahabat. Sebaiknya kamu cepat memutuskan apakah jenis hubunganmu. Sebelum semuanya jadi terasa abu-abu baginya.

Jika dia dapat mendekatkan diri dengan teman-temanmu dan mereka menyukainya, itu berarti dia adalah orang yang baik dan patut untuk dipertahankan. Tetapi jika sejak berhubungan dengannya kamu jadi menjauh dari teman-temanmu, terutama karena dia memintanya, itu berarti hubungan kalian adalah toxic relationship. Karena dalam setiap hubungan, kita tidak hanya berhubungan dengan satu orang saja, tetapi juga dengan kehidupan orang tersebut.

4. Percaya atau menuduh
Kepercayaan adalah hal dasar yang harus dimiliki untuk menjalin sebuah hubungan. Dengan saling percaya, setiap pasangan akan merasa lebih tenang dan lebih bahagia. Lain halnya jika sebuah hubungan yang tidak dilandasi rasa saling percaya, salah satu atau bahkan kedua pihak dapat saling menuduh dan akan menimbulkan pertengkaran. Hubungan yang saling menuduh seperti ini adalah toxic relationship karena akan membuatmu lelah dan tidak bahagia.

5. Membahagiakan atau melukai
Apakah dia selalu menanyakan apa yang sedang kamu inginkan? Atau kamu selalu ingin membuatnya bahagia dengan hal-hal kecil yang disukainya? Jika iya, kalian adalah relationship goals yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Karena banyak orang yang terus saling melukai satu sama lain baik secara fisik maupun verbal dan tidak menyadari kalau hubungan mereka adalah toxic relationship yang tidak seharusnya dilanjutkan.